Postingan

Punya buku antologi 5??

Gambar
           Haii haii kenalin aku Siti Mariyam seorang siswa MTs Persis Tarogong yang sedang menjabat di organisasi pustakwan, hmm dari nama organisasi nya aja udah nge-buku banget nih. yup aku berhasil nerbitin 5 buku antologi di usia 14 tahun, kedengerannya si lebay ya tapi gapapa lah kan pencapaian orang beda beda. menulis menurut ku adalah sebuah media untuk menuangkan cerita yang tidak bisa aku sampaikan, sehingga aku sangat menyukai menulis apalagi membaca. buku pertama aku adalah "my first story", yang kedua adalah " after Ramadhan", yang ketiga adalah "badai pasti berlalu" , yang keempat adalah " cerita hujan" dan yang terkahir " Rintik hujan di pojok 76". Aku selalu percaya bahwa melalui tulisan semua akan abadi. semangat terus ya buat kalian juga jangan lupa untuk semangat membaca.  *dokumentasi 

kutipan GG Beraksi

Gambar
           Menurut kalian di umur 14 tahun menjadi seorang leader kegiatan internasional di daerahnya mungkin ngga si? atau keren ngga? hai aku Siti Mariyam anak usia 14 tahun yang berhasil menjadi project leader dalam kegiatan green generation beraksi di kabupaten Garut yang dilaksanakan secara serentak se-internasional. Mungkin di usia ini masih relatif muda bahkan minor, tapi aku yakin untuk menjadi pemimpin dan pelopor tidak diukur dari umur tapi dari sikap. Menjadi Leader bukanlah tugas yang mudah, tanggung jawab yang besar berada di tangan ku. ketika aku mengambil posisi leader aku kebingungan apa yang aku harus kerjakan, aku belum mengerti apa ini itu, dan a Zaini, teh Ami, a maul, dan a ozan merangkul dan membantu setiap kesulitan aku. panitia yang ga kalah keren juga selalu sigap untuk membantu setiap masalah sesuai divisinya. jadi jangan mengukur kalian minor / muda itu tidak bisa bergerak tetapi itu adalah peluang besar bagi kalian.    ...

wawancara bersama guru favorit dengan mengambil isu suka duka mengajar

Gambar
  setelah aku mewawancarai guru tersayang aku beliau bernama ustadzah Nida, aku menemukan banyak hal yang sangat berarti bagi aku dari pengalaman dan kisah kisahnya, beliau bercerita tentang suka dukanya dalam mengajar dan mengatur santri yaitu bagimana mengontrol emosi beliau dan memposisikan menjadi guru versi terbaik untuk santrinya, bahkan ketika mempunyai banyak masalah pun ia harus mengontrol emosi nya agar tidak tersalurkan kepada santrinya itu adalah salah satu dari seribu suka suka beliau.  beliau selalu berpesan agar santrinya selalu berkembang dan terbang sejauh mungkin agar bisa diatas. dan satu harapan ia kepada santrinya adalah " menjadi lebih hebat dibandingkan ibu" ia selalu merasa bahagia dan senang apabila santrinya bisa melebihi kemampuannya.